#Polaroid
Minggu, 30 Mei 2010
Minggu, 23 Mei 2010
AKULTURASI BUDAYA DI KAMPUNG INTERNASIONAL SOSROWIJAYAN

Pesona Kampung Backpacker ”Sosrowijayan”
Jika di Bali ada Popies lane, maka di Jogja ada Sosrowijayan.kawasan ini merupakan magnet bagi para wisatawan berkantong tipis untuk menikmati daya tarik Yogyakarta. Gang-gang sempit yang membaur dengan pemukiman penduduk terkadang menjadi celah akulturasi budaya para wisatawan dengan masyarakat setempat.
Matahari siang bersinar terik, namun hal iu tidak menyurutkan aktivitas wisata di jalan Malioboro. Begitu juga di Sosrowijayan.Kawasan Sosrowijayan adalah kawasan yang berada sekitar 200 m dari stasiun Tugu.Kawasan ini ditandai oleh sebuah jalan kecil ke arah barat yang bernama sama. Menghubungkan Jalan Jogonegaran dan Jalan Malioboro, Sosrowijayan dibagi menjadi dua daerah, yaitu Sosrowijayan Wetan dan Sosrowijayan Kulon. Daerah Sosrowijayan Wetan-lah yang kemudian dikenal sebagai kampung turis kedua di Yogyakarta setelah Prawirotaman. Kampung yang memiliki luas tidak lebih dari 0,2 km persegi ini merupakan kampung yang sangat unik, dengan perbaduan kultur antara Indonesia dengan kultur negara barat. Hal ini dapat terjadi dikarenakan hampir sebagian besar penduduk di Kampung Sosrowijayan bergerak di bidang jasa yang berhubungan dengan tourism, baik sebagai penilik dan pengelola hotel, pengusaha travel atau biro perjalanan, guide maupun usaha sampingan yang berkaitan dengan kehidupan hotel dan fasilitasnya seperti laundry, rumah makan, toko cindera mata maupun tourist information.
Siang itu suasana cukup ramai,meskipun menurut penduduk setempat, hari itu belum bisa dikatakan ramai dibandingkan waktu-waktu lain nya,”sekarang sih lagi ramai wisatawan, tapi biasanya bisa lebih ramai lagi. berkisar bulan juni-juli ataupun akhir tahun” ujar pak Sunuhadi,60 tahun,yang merupakan warga stempat.Tampak beberapa turis Menggendong ransel besar dipunggung nya ataupun sekedar berpakain santai sembari sibuk menikmati suasana Sosrowijayan. Selain sebagai kampung bule Sosrowijayan juga terkenal sebagai kawasan Backpacker para wisatawan dengan kocek terbatas, karena memang di daerah ini semua harga cukup terjangkau. Memasuki salah satu gang di daerah ini, terdapat Balai Pertemuan Daerah tersebut yang biasa digunakan penduduk setempat sebagai tempat pertemuan ataupun acara-acara kepentingan daerah tersebut. Menyusuri gang-gang sempit lebih jauh , terdapat sebuah lapangan bola dimana siang itu ada sekumpulan anak-anak bermain layang-layang, gundu, dan beberapa mainan tradisional lain nya. Dimalam hari biasanya kawasan ini lebih padat daripada siang hari Wisatawan banyak menghabiskan waktu disekitaran sosrowijayan pada malam hari untuk beristirahat di home stay, ataupun sekedar menghabiskan malam dengan hiburan sekitar sosrowijayan sambil berinteraksi dengan penduduk sekitar. Kebudayaan ataupun kebiasaan para wisatawan yang untuk beberapa daerah lain merupakan hal yang tabu, namun berbeda hal nya dengan di sosrowijayan. Masyarakat sepertinya telah terbiasa dan memaklumi gaya hidup dan culture para wisatawan.misalnya pulang larut, minum-minuman beralkohol, turis yang berpakaian seksi, dsb.
” Asal para turis ga mengganggu, masyarakat juga tidak akan keberatan dengan kebiasaan-kebiasaan yang dibawa dari tempat asal mereka. Toh kehadiran mereka juga membantu perekonomian masyarakat disini” ujar Ling-ling.Laki-laki berusia sekitar 30 tahun ini juga merupakan ketua Perkumpulan Gaet di sosrowijayan.. Ia yang merupakan penduduk asli sosrowijayan, mempelajasri berbagai bahasa dengan cara otodidak.
”Anggota perkumpulan gaet disini cukup banyak, namun skarang semakin berkurang karena banyak yang menjalin hubungan dangan klien mereka hingga menikah dan dibawa ke negara turis tersebut” ujar laki-laki dengan Flag di telinga nya itu.
Dengan pernikahan campur ini, terjadi perpaduan dua budaya yang berbeda. Anak dari pasangan pernikahan campur biasanya berperawakan indo (indonesia campuran).
” jangan heran kalo beberapa tahun kedepan akan banyak wajah-wajah seperti wulan guritno ataupun artis-artis blasteran indo lain nya” ujar ling-ling sembari tertawa.
Akulturasi budaya di Sosrowijayan
Persis seperti yang diungkapkan Lingling, masih dalam kawasan sosrowijayan tepat nya di sebuah cafe bernama ”Bintang” tampak beberapa meja di isi oleh beberapa turis yang tengah menikmati santap siang mereka. Tepat di beranda cafe paling depan, terlihat Laki-laki Dengan wajah ”Indonesia” yang kental, lebih tepat nya berwajah khas ”jawa” yang tengah berbincang hangat dengan seorang bule wanita berambut Blonde di hadapan nya. Laki-laki berusia 39 tahun itu bernama Agus Susalim. Dan bule wanita dihadapan nya adalah kekasih nya. Mas Agus lebih famous dipanggil Buto kenthung oleh penduduk sekitar.Agus adalah salah satu contoh penduduk sekitar yang melaksanakan pernikahan campur , karena sebelum nya ia pernah menikah dengan turis asal amerika dan mempunyai dua anak laki-laki. Selama pernikahan ia berdomisili di amerika. Namun pernikahan Agus dan Mantan istrinya bertahan 18 tahun, Karena akhirnya mereka bercerai.
”Mantan istri dan dua putra saya sekarang di amerika, saya berkunjung kesana satu tahun sekali,namun jika saya tidak bisa kesana, mereka yang akan datang kejogja” ujar laki-laki berperawakan gempal tersebut. Perpisahan nya dengan istri nya yang dahulu dikarenakan perbedaan pandangan. ” dalam menjalani hidup, saya baru memikirkan tahap pertama, namun ia telah memikirkan tahap ketiga. Selain itu, disana saya tidak mempunyai pekerjaan tetap, sehingga akhirnya kita berpisah” tambah laki-laki yang juga merupakan pemilik Home stay ”MAWAR” dan cafe Bintang tersebut. ” Anak saya di sana (amerika) wajah nya ganteng-ganteng seperti artis-artis sinetron. Salah satu nya saya beri nama Andre Michele Susalim, untuk menunjukan bahwa mereka masih ada keturunan jawa”ujar nya sembari tertawa ramah.
Budaya menjadi Daya tarik wisatawan
Agus susalim yang juga merupakan sosok yang terpandang di sekitar kampung Sosrowijayan itu menuturkan, bahwa daya tarik nya bagi turis tidak lain adalah Budaya yang ia punya. Memang saat itu agus tidak berpakaian adat jawa dan segala aksesoris nya. Sosok nya tinggi, gempal,berkulit sawo matang, rambut gondrong dengan tatoo di lengan kirinya dan pakaian santai ala bule lengkap dengan kacamata hitam yang di kaitkan diatas kepala nya. Namun ketika mulai berbincang, terlihat jelas ia adalah sosok masyarakat jawa sekaligus pecinta budaya nya. ” mantan istri ataupun Kekasih saya mencintai saya karena budaya saya, jika saya mengabaikan budaya saya, mereka malah tidak mencintai saya. Karena mereka sangat mengagumi budaya indonesia, dan mereka tidak mendapatkan itu di tempat asal mereka.” ujar anggota komunitas gamelan bali tersebut.
Penduduk sekitar, meskipun telah membaur dengan para wisatawan namun mereka masih memegang teguh budaya mereka, meskipun dilihat dari gaya hidup masyarakat sedikit banyak telah terpengaruh budaya para wisatawan, misal nya dari cara berpakaian dan segala aksesorisnya. Meski begitu, disini masih sangat kental toleransi dan tolong-menolong sesama masyarakat nya, terlihat dengan adanya perkumpulan-perkumpulan antar warga. ” Disini masyarakat masih sering mengadakan ronda untuk menjaga keamanan” ujarnya.
Terhitung sudah 5 kali perjalanan kekasih agus tersebut mengunjungi jogja, 2 kali dalam misi perkerjaan, dan 3 kali setelah nya dalam misi menemui pria jawa yang menjadi kekasih nya itu. Biasanya kunjungan wanita bernama Ria Van Huffle sekitar 7-10 hari. ” jogja sangat menarik,di negara saya, kegiatan saya hanya istirahat dirumah, berkerja, beraktivitas, kembali lagi kerumah, begitu seterus nya. Tidak terlalu perduli dengan tetangga. Berbeda dengan disini. Masyarakat begitu ramah” Ujar nya wanita yang berprofesi sebagai desainer Furniture tsb. Ia juga menambahkan, jogja sebagai kota dengan budaya yang masih terjaga, menjadi kota yang sangat inspiratif bagi karya-karya nya. ” saya bisa mendesain dimana saja dan kapan saja,dan saya rasa jogja kota yang sangat menarik sebagai tempat untuk mencari inspirasi” tambahnya sembari tersenyum.
Selasa, 21 Juli 2009
sistem media massa pembnagunan dan sistem media massa demokratik pertisipan
Sistem Media Massa Pembangunan
Sistem ini muncul pada tahun 60-an dan menjadi model yang ditiru oleh banyak negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Prinsip-prinsip dari sistem media massa pembangunanadalah :
- Media melaksanakan tugas-tugas positif dari pembangunan sesuai dengan kebijakan nasional yang telah ditetapkan.
- Kebebasan media perlu dibatasi sesuai dengan prioritas ekonomi dan kebutuhan masyrakat dalam pembangunan.
- Media perlu memprioritaskam informasinya kepada negara-negara berkembang lainnya yang memiliki kedekatan secara geografis, politik, dan budaya.
- Demi kepentingan pembangunan negara berhak untuk ikut campur dalam mengeluarkan batasan-batasanseperti melakukan penyensoran, pemberian subsidi dsb.
Sistem Media Massa Demokratik Partisipan
Sistem ini muncul agak belakangan dan diterapkan di negara-nagara yang menganut paham liberal. Lebih difokuskan pada pemberdayaan masyarakat secara lebih egaliter. Sebenarnya sistem ini muncul sebagai reaksi dari pola komersialisme dan monopoli kepemilikan media, serta sentralisme dan birokrasi lembaga-lembaga siaran publik. Prinsip-prinsip dasarnya adalah :
o Setiap warga negara dan kelompok minoritas berhak memperoleh akses pada media (Right to Communicate).dan hak untuk dilayani sesuai dengan kebutuhan yang mereka tentukan sendiri.
o Organisasi media dan isi berita tidak perlu tunduk pada pengendalian birokrasi pemerintah.
o Keberadaan media lebih ditujukan pada kepentingan khalayaknya.
Di Indonesia sistem media massa-nya sangat khas krena memiliki idiologi dan filsafah sendiri yaitu Sistem pers yang berdasarkanpada pancasila.
MINATI ARTA
153070326
Sistem ini muncul pada tahun 60-an dan menjadi model yang ditiru oleh banyak negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Prinsip-prinsip dari sistem media massa pembangunanadalah :
- Media melaksanakan tugas-tugas positif dari pembangunan sesuai dengan kebijakan nasional yang telah ditetapkan.
- Kebebasan media perlu dibatasi sesuai dengan prioritas ekonomi dan kebutuhan masyrakat dalam pembangunan.
- Media perlu memprioritaskam informasinya kepada negara-negara berkembang lainnya yang memiliki kedekatan secara geografis, politik, dan budaya.
- Demi kepentingan pembangunan negara berhak untuk ikut campur dalam mengeluarkan batasan-batasanseperti melakukan penyensoran, pemberian subsidi dsb.
Sistem Media Massa Demokratik Partisipan
Sistem ini muncul agak belakangan dan diterapkan di negara-nagara yang menganut paham liberal. Lebih difokuskan pada pemberdayaan masyarakat secara lebih egaliter. Sebenarnya sistem ini muncul sebagai reaksi dari pola komersialisme dan monopoli kepemilikan media, serta sentralisme dan birokrasi lembaga-lembaga siaran publik. Prinsip-prinsip dasarnya adalah :
o Setiap warga negara dan kelompok minoritas berhak memperoleh akses pada media (Right to Communicate).dan hak untuk dilayani sesuai dengan kebutuhan yang mereka tentukan sendiri.
o Organisasi media dan isi berita tidak perlu tunduk pada pengendalian birokrasi pemerintah.
o Keberadaan media lebih ditujukan pada kepentingan khalayaknya.
Di Indonesia sistem media massa-nya sangat khas krena memiliki idiologi dan filsafah sendiri yaitu Sistem pers yang berdasarkanpada pancasila.
MINATI ARTA
153070326
Selasa, 07 Juli 2009
TEORI PERS SOVIET KOMUNIS (TOTALITARIAN)
TEORI PERS SOVIET KOMUNIS (TOTALITARIAN)
Teori pers soviet komunis ini merupakan perkembangan dari teori pers otoritarian. Dimana sistem pers ini digunakan sebagai alat propaganda partai.disini media massa merupakan alat pemerintah atau partai dan bagian integral dari negara. Hal ini berarti bahwa media massa harus tunduk pada pemerintah dan kontrol dari pemerintah atau partai. Media massa dipergunakan sebagai alat oleh partai komunis yang berkuasa. Kritik dalam media massa diizinkan, asal tidak mengkritik dasar ideologi. Media massa melakukan apa yang terbaik untuk negara dan partai. Yang dilakukan oleh media massa untuk kepentingan partai disebut sebagai perbuatan moral, sedangkan yang menentangnay disebut sebagai perbuatan immoral. Tujuan utama dari media massa adalah memberi sumbangan bagi keberhasilan dan kelanjutan dari sistem sosialis Soviet, dan terutama bagi kediktatoran Partai.sehingga partai tetap mendapat wibawa dimata masyarakat, agar kekuasan nya terus berlangsung.
MINATI ARTA
153070326
Teori pers soviet komunis ini merupakan perkembangan dari teori pers otoritarian. Dimana sistem pers ini digunakan sebagai alat propaganda partai.disini media massa merupakan alat pemerintah atau partai dan bagian integral dari negara. Hal ini berarti bahwa media massa harus tunduk pada pemerintah dan kontrol dari pemerintah atau partai. Media massa dipergunakan sebagai alat oleh partai komunis yang berkuasa. Kritik dalam media massa diizinkan, asal tidak mengkritik dasar ideologi. Media massa melakukan apa yang terbaik untuk negara dan partai. Yang dilakukan oleh media massa untuk kepentingan partai disebut sebagai perbuatan moral, sedangkan yang menentangnay disebut sebagai perbuatan immoral. Tujuan utama dari media massa adalah memberi sumbangan bagi keberhasilan dan kelanjutan dari sistem sosialis Soviet, dan terutama bagi kediktatoran Partai.sehingga partai tetap mendapat wibawa dimata masyarakat, agar kekuasan nya terus berlangsung.
MINATI ARTA
153070326
TEORI PERS TANGGUNG JAWAB SOSIAL
TEORI PERS TANGGUNG JAWAB SOSIAL
Teori tanggung jawab sosial merupakan perkembangan atau bisa disebut pula modiikasi dari teori pers libertarian.pada teori ini pers dimiliki oleh badan swasta yang mengusahakan biaya financial sendiri, sehingga bebas dari kepentingan-kepentingan penguasa ataupunorang-orang yang mempunyai kepenyingan. Disini pers dikelola bebas oleh pihakswasta dengan tanggung jawab yang sepadan.bilapers tidak bisa bertanggung jawab, maka harus ada badan lain yang” memaksakan” ataumengatur nya.misal : undang-undang,
Selain memberi informasi, pers ini juga menyediakan hiburan,sebagai tempat bertemu nya penjual dan pembeli melalui iklan, sebagai ”watch dog” atau anjing penjaga dalam mengawasi kinerja pemerintah,tetapi tujuan utamanya adalah mengangkat konflik sampai tingkatan diskusi.maksud nya, disini media bisa mengangkat masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, sehingga masyarakat bisa membedakan yang baik dan buruk, memberi solusi dalam permasalahan yang sedamng dihadapi,serta dapat menjadi penengah antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam system ini, ada sedikit celah untuk pemerintah agar bisa masuk kedalam nya, dalam situasi-situasi tertentu untuk kepentingan rakyat.misal nya tentang informasi penanggulangan bencana alam,dll.
MINATI ARTA
153070326
Teori tanggung jawab sosial merupakan perkembangan atau bisa disebut pula modiikasi dari teori pers libertarian.pada teori ini pers dimiliki oleh badan swasta yang mengusahakan biaya financial sendiri, sehingga bebas dari kepentingan-kepentingan penguasa ataupunorang-orang yang mempunyai kepenyingan. Disini pers dikelola bebas oleh pihakswasta dengan tanggung jawab yang sepadan.bilapers tidak bisa bertanggung jawab, maka harus ada badan lain yang” memaksakan” ataumengatur nya.misal : undang-undang,
Selain memberi informasi, pers ini juga menyediakan hiburan,sebagai tempat bertemu nya penjual dan pembeli melalui iklan, sebagai ”watch dog” atau anjing penjaga dalam mengawasi kinerja pemerintah,tetapi tujuan utamanya adalah mengangkat konflik sampai tingkatan diskusi.maksud nya, disini media bisa mengangkat masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, sehingga masyarakat bisa membedakan yang baik dan buruk, memberi solusi dalam permasalahan yang sedamng dihadapi,serta dapat menjadi penengah antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam system ini, ada sedikit celah untuk pemerintah agar bisa masuk kedalam nya, dalam situasi-situasi tertentu untuk kepentingan rakyat.misal nya tentang informasi penanggulangan bencana alam,dll.
MINATI ARTA
153070326
Senin, 29 Juni 2009
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PERS OTORITARIAN DAN LIBERTARIAN
SISTEM PERS OTORITARIAN .
KELEBIHAN NYA : Pada sistem ini, negara sangat berkuasa dalam media,sehingga media dilarang mengkritik sistem pemerintahansuatu negara,kebebasan berpendpat sangat kecil atau terbatas, bagi yang "melanggar" maka akan mendapat tekanan tersendiri dari pemerintah. selain itu,dengan sistem ini, negara bisa melakukan penyeragaman itu untuk mencapai kestabilan negara yang diingin kan. perselisihan atau peperangan bisa berkurangkarena, banyak dari masyarakat tidak bebas dalam mengeluar kan pendapat sebagai dampak dari ketat nya media dalam negara tersebut.
KELEMAHAN NYA : Dalam sistem ini, negara menganggap diri nya penguasa dan masyarakat tidak berhak mengeluarkan pendapat, media pun trebatas dalam menyampai kan informasi sehingga pola pikir masyarakat tidak berkembang,dan biasa nya media hanya memberitakan hal-hal positiv dari pemerintahan sebuah negara.
SISTEM PERS LIBERTARIAN
KELEBIHAN NYA: Sistem pers ini sangat menghargai kebebasan individu,sehingga masyarakat bebas mengeluarkan pendapat mereka sekecil apapun. disini, masyarakat bisa mendukung ada menentang kebijakn pemerintah. media melaksanakan fungsi nya secara tepat, yaitu sebagai badan pengawas kinerja pemerintah.
KELEMAHAN NYA : Masyarakat yang bebas tampa batas pun tidak baik dalam kehidupan bernegara. dalam kehidupan perlu adanya aturan-aturan.pers yang terlalu bebas juga bisa menyebab kan individu terlalu bebas berpendpat , bahkan terkadang bisa menyebab kan perndahan terhadap suku/ras lain.media yang terlau bebas juga bisa berdampak pada penyajian nya yang berbau pornografi.masyarakat bisa menjadi masyarakat yang anarkis.
MINATI ARTA
153070326
KELEBIHAN NYA : Pada sistem ini, negara sangat berkuasa dalam media,sehingga media dilarang mengkritik sistem pemerintahansuatu negara,kebebasan berpendpat sangat kecil atau terbatas, bagi yang "melanggar" maka akan mendapat tekanan tersendiri dari pemerintah. selain itu,dengan sistem ini, negara bisa melakukan penyeragaman itu untuk mencapai kestabilan negara yang diingin kan. perselisihan atau peperangan bisa berkurangkarena, banyak dari masyarakat tidak bebas dalam mengeluar kan pendapat sebagai dampak dari ketat nya media dalam negara tersebut.
KELEMAHAN NYA : Dalam sistem ini, negara menganggap diri nya penguasa dan masyarakat tidak berhak mengeluarkan pendapat, media pun trebatas dalam menyampai kan informasi sehingga pola pikir masyarakat tidak berkembang,dan biasa nya media hanya memberitakan hal-hal positiv dari pemerintahan sebuah negara.
SISTEM PERS LIBERTARIAN
KELEBIHAN NYA: Sistem pers ini sangat menghargai kebebasan individu,sehingga masyarakat bebas mengeluarkan pendapat mereka sekecil apapun. disini, masyarakat bisa mendukung ada menentang kebijakn pemerintah. media melaksanakan fungsi nya secara tepat, yaitu sebagai badan pengawas kinerja pemerintah.
KELEMAHAN NYA : Masyarakat yang bebas tampa batas pun tidak baik dalam kehidupan bernegara. dalam kehidupan perlu adanya aturan-aturan.pers yang terlalu bebas juga bisa menyebab kan individu terlalu bebas berpendpat , bahkan terkadang bisa menyebab kan perndahan terhadap suku/ras lain.media yang terlau bebas juga bisa berdampak pada penyajian nya yang berbau pornografi.masyarakat bisa menjadi masyarakat yang anarkis.
MINATI ARTA
153070326
Jumat, 26 Juni 2009
OTORITARIAN VS LIBERTARIAN
OTORITARIAN VS LIBERTARIAN
Sering mendengar istilah media massa?
Pasti nya sering bukan?apa lagi di zaman seperti sekarang ini, media massa rasanya sudah sangat melekat dalam kehidupan masyarakat.nah, bagaimana dengan
Sistem media massa?sistem media otoritarian?sistem media massa Libertarian?
Sistem adalah suatu kesatuan yang tersusun atas bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling bergantung serta berhubungan,dan masing-masing komponen tersebut juga berdiri dan fungsi sendiri.Namun saling berkaitan demi tercapai nya suatu tujuan yang telah ditentukan.
Sedangkan media massa pada dasar nya medium(perantara) atau sallluran (channel) bagi pernyataan-pernyataan,yang oleh komunikator nya ditujukankepada penerima nya yaitu khalayak.
Sistem media massa yang dianut tiap Negara bebeda antara satu dengan yang lain,hal ini disebabkan nada nya perbedaan di bidang filsafat sosial,ideology,kebudayaan,agama,kebiasaan .
Sistem media massa dalam satu Negara sangat berkaitan erat dengan filsafat sosial nya, maupun system sosial politik nya. Jadi begini, tiap Negara mempunyai filsafat sosial masing-masing yang berbeda dengan Negara lain yang tentu nya menjadi pandangan hidup, dari Negara tersebut.lalu filsafat sosial mempengaruhi system sosial politik dalam masyarakat nya, dan otomatis dari sisem sosial politik jadi mempengaruhi system media massa yang di gunakan dalam masyarakat.
Filsafat sosial ada yang bersifat absolutisme dan rasionalisme. Absloutisme bisa disebut juga kebenaran mutlak yang di pertegas Negara melalui orang-orang tertentu. Jadi , pada masyarkat Negara yang menganut absolutisme, biasa nya Negara menjadi ekspresi tertinggi , sesuatu dianggap benar jika Negara membenar kan nya. Pada Negara yang menganut filsafat seperti ini, biasa nya individu tidak bebas mengeluarkan pendapat.
Berbeda dengan filsaafat sosial yang rasionalisme, disini masyarkat mempercayai sesuatu berdasar kan ke benaran yang dapat diterima akal pikiran dan individu bebas berpendapat.
Sistem media massa otoritarian merupakan system media dimana kebenaran dianggap bukanlah hasil dari masa rakyat, tetapi dari sekelompok kecil orang –orang bijak yang berkedudukan membimbing dan mengarahkan pengikut-pengikut mereka, disini bisa dikatakan Negara.Jadi kebenaran dianggap harus diletakkan dekat dengan pusat kekuasaan. Dengan demikian pers difungsikan dari atas ke bawah. Penguasa-penguasa waktu itu menggunakan pers untuk memberi informasi kepada rakyat tentang kebijakan-kebijakan penguasa yang harus didukung. Hanya dengan ijin khusus pers boleh dimiliki oleh swasta, dan ijin ini dapat dicabut kapan saja terlihat tanggungjawab mendukung kebijaksanaan pekerjaan tidak dilaksanakan. Kegiatan penerbitan dengan demikian merupakan semacam persetujuan antara pemegang kekuasaan dengan penerbit, dimana pertama memberikan sebuah hak monopoli dan ang terakhir memberikan dukungan. Tetapi pemegang kekuasaan mempunyai hak untuk membuat dan merubah kebijaksanaan, hak memberi ijin dan kadang-kadang menyensor. Jelas bahwa konsep pers seperti ini menghilangkan fungsi pers sebagai pengawas pelaksanaan pemerintahan.
Praktek-praktek otoritarian masih ditemukan di seluruh bagian dunia walalupun telah ada dipakai teori lain, dalam ucapan kalaupun tidak dalam perbuatan, oleh sebagian besar Negara komunis.
Teori pers libertarian memutarbalikkan posisi manusia dan Negara sebagaimana yang dianggap oleh teori Otoritarian. Manusia tidak lagi dianggap sebagai mahluk berakal yang mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, antara alternative yang lebih baik dengan yang lebih buruk, jika dihadapkan pada bukti-bukti yang bertentangan dengan pilihan-pilihan alternative. Kebenaran tidak lagi dianggap sebagai milik penguasa. Melainkan, hak mencari kebenaran adalah salah satu hak asasi manusia. Pers dianggap sebagai mitra dalam mencari kebenaran.
Dalam teori Libertarian, pers bukan instrument pemerintah, melainkan sebuah alat untuk menyajikan bukti dan argument-argumen yang akan menjadi landasan bagi orang banyak untuk mengawasi pemerintahan dan menentukan sikap terhadap kebijaksanaannya. Dengan demikian, pers seharusnya bebas sari pengawasan dan pengaruh pemerintah. Agar kebenaran bisa muncul, semua pendapat harus dapat kesempatan yang sama untuk didengar, harus ada pasar bebas pemikiran-pemikiran dan informasi. Baik kaum minoritas maupun mayoritas, kuat maupun lemah, harus dapat menggunakan pers.
Sebagian besar Negara non komunis, paling tidak di bibir saja, telah menerima teori pers Libertarian. Tetapi pada abad ini telah ada aliran-aliran perubahan. Aliran ini berbentuk sebuah Otoritarianisme baru di Negara-negara komunis dan sebuah kecenderungan kearah Liberitarianisme baru di Negara-negara non komunis.
MINATI ARTA
153070326
Sering mendengar istilah media massa?
Pasti nya sering bukan?apa lagi di zaman seperti sekarang ini, media massa rasanya sudah sangat melekat dalam kehidupan masyarakat.nah, bagaimana dengan
Sistem media massa?sistem media otoritarian?sistem media massa Libertarian?
Sistem adalah suatu kesatuan yang tersusun atas bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling bergantung serta berhubungan,dan masing-masing komponen tersebut juga berdiri dan fungsi sendiri.Namun saling berkaitan demi tercapai nya suatu tujuan yang telah ditentukan.
Sedangkan media massa pada dasar nya medium(perantara) atau sallluran (channel) bagi pernyataan-pernyataan,yang oleh komunikator nya ditujukankepada penerima nya yaitu khalayak.
Sistem media massa yang dianut tiap Negara bebeda antara satu dengan yang lain,hal ini disebabkan nada nya perbedaan di bidang filsafat sosial,ideology,kebudayaan,agama,kebiasaan .
Sistem media massa dalam satu Negara sangat berkaitan erat dengan filsafat sosial nya, maupun system sosial politik nya. Jadi begini, tiap Negara mempunyai filsafat sosial masing-masing yang berbeda dengan Negara lain yang tentu nya menjadi pandangan hidup, dari Negara tersebut.lalu filsafat sosial mempengaruhi system sosial politik dalam masyarakat nya, dan otomatis dari sisem sosial politik jadi mempengaruhi system media massa yang di gunakan dalam masyarakat.
Filsafat sosial ada yang bersifat absolutisme dan rasionalisme. Absloutisme bisa disebut juga kebenaran mutlak yang di pertegas Negara melalui orang-orang tertentu. Jadi , pada masyarkat Negara yang menganut absolutisme, biasa nya Negara menjadi ekspresi tertinggi , sesuatu dianggap benar jika Negara membenar kan nya. Pada Negara yang menganut filsafat seperti ini, biasa nya individu tidak bebas mengeluarkan pendapat.
Berbeda dengan filsaafat sosial yang rasionalisme, disini masyarkat mempercayai sesuatu berdasar kan ke benaran yang dapat diterima akal pikiran dan individu bebas berpendapat.
Sistem media massa otoritarian merupakan system media dimana kebenaran dianggap bukanlah hasil dari masa rakyat, tetapi dari sekelompok kecil orang –orang bijak yang berkedudukan membimbing dan mengarahkan pengikut-pengikut mereka, disini bisa dikatakan Negara.Jadi kebenaran dianggap harus diletakkan dekat dengan pusat kekuasaan. Dengan demikian pers difungsikan dari atas ke bawah. Penguasa-penguasa waktu itu menggunakan pers untuk memberi informasi kepada rakyat tentang kebijakan-kebijakan penguasa yang harus didukung. Hanya dengan ijin khusus pers boleh dimiliki oleh swasta, dan ijin ini dapat dicabut kapan saja terlihat tanggungjawab mendukung kebijaksanaan pekerjaan tidak dilaksanakan. Kegiatan penerbitan dengan demikian merupakan semacam persetujuan antara pemegang kekuasaan dengan penerbit, dimana pertama memberikan sebuah hak monopoli dan ang terakhir memberikan dukungan. Tetapi pemegang kekuasaan mempunyai hak untuk membuat dan merubah kebijaksanaan, hak memberi ijin dan kadang-kadang menyensor. Jelas bahwa konsep pers seperti ini menghilangkan fungsi pers sebagai pengawas pelaksanaan pemerintahan.
Praktek-praktek otoritarian masih ditemukan di seluruh bagian dunia walalupun telah ada dipakai teori lain, dalam ucapan kalaupun tidak dalam perbuatan, oleh sebagian besar Negara komunis.
Teori pers libertarian memutarbalikkan posisi manusia dan Negara sebagaimana yang dianggap oleh teori Otoritarian. Manusia tidak lagi dianggap sebagai mahluk berakal yang mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, antara alternative yang lebih baik dengan yang lebih buruk, jika dihadapkan pada bukti-bukti yang bertentangan dengan pilihan-pilihan alternative. Kebenaran tidak lagi dianggap sebagai milik penguasa. Melainkan, hak mencari kebenaran adalah salah satu hak asasi manusia. Pers dianggap sebagai mitra dalam mencari kebenaran.
Dalam teori Libertarian, pers bukan instrument pemerintah, melainkan sebuah alat untuk menyajikan bukti dan argument-argumen yang akan menjadi landasan bagi orang banyak untuk mengawasi pemerintahan dan menentukan sikap terhadap kebijaksanaannya. Dengan demikian, pers seharusnya bebas sari pengawasan dan pengaruh pemerintah. Agar kebenaran bisa muncul, semua pendapat harus dapat kesempatan yang sama untuk didengar, harus ada pasar bebas pemikiran-pemikiran dan informasi. Baik kaum minoritas maupun mayoritas, kuat maupun lemah, harus dapat menggunakan pers.
Sebagian besar Negara non komunis, paling tidak di bibir saja, telah menerima teori pers Libertarian. Tetapi pada abad ini telah ada aliran-aliran perubahan. Aliran ini berbentuk sebuah Otoritarianisme baru di Negara-negara komunis dan sebuah kecenderungan kearah Liberitarianisme baru di Negara-negara non komunis.
MINATI ARTA
153070326
Langganan:
Postingan (Atom)