Senin, 18 November 2013

Rewind part by part of journey life

Pemandangan di seberang jendela ku saat ini. Terminal peti kemas dan kegiatan nya. Mirip seperti naga-naga besi yang mondar mandir memindahkan kotak kotak raksasa. 

Sangat megah.Sulit aku percaya aku bisa sampai disini. Menjadi bagian nya. Bahkan saat ini masih menjadi anak tanggungan perusahaan ini hingga usiaku 25 tahun nanti. Tapi semua ini bukan akhir, justru awal perjuangan sebenarnya. Perjalanan yang masih sangat panjang, meski waktu akan berjalan sangat cepat.
Ketika aku ingin mengeluh…dan akan menyerah, kembali aku rewind part demi part dalam hidup yang sudah aku lalui…. Banyak duka, namun juga Sangat banyak keajaiban yang terjadi.
Terlempar kesana kemari sejak kecil. Menerima kenyataan pahit bahwa kamu sudah bukan lah siapa-siapa , dan kamu jatuh miskin. Harus menyaksikan ayahmu mengayuh sepeda butut peninggalan sahabatnya dengan mengenakan jas kebanggaan nya. Ingat?ketika kamu berjualan lotre ketika kelas 6 SD dan mengorbankan mainan serta buku-buku cerita kesayangan mu sebagai hadiahnya, keuntungan jualan itu  untuk membayar angsuran buku pelajaran. Ingat ketika harus jalan kaki dan naik angkutan umum ugal-ugalan sepanjang masa sekolah. Ingat ketika harus menaiki motor astrea butut yang  Tank bensin nya harus di on dan off kan dahulu sebelum kamu nyalakan mesin dengan kaki mu, motor bekas kakak iparmu yang suda tua. Yang harus minimal di panaskan setiap hari atau dia akan membuat mu susah dengan mogok dipinggir jalan besar  ringroad  utara. Hati kecil jiwa remajamu sebenarnya malu menaiki motor tua itu, tapi bagaimana lagi. Ingat lagi? Ketika kamu harus meminjam komputer teman-teman mu atau komputer dikantor kakak mu untuk mengerjakan tugas kuliah, mengeprint nya di rental komputer sekitar kampus… berlangsung bertahun hingga kamu lulus. Ingat ketika kamu harus menimang-nimang akan makan apa siang ini agar nanti malam kamu bisa makan dengan ayam bakar. Harus mengatur jadwal nongkrong di cafĂ© dengan teman-teman agar uang mu cukup hingga akhir minggu. Ya..bertahun tahun kuliah dengan uang perminggu yang hanya cukup untuk nongkrong  dan memesan kopi di coffe shop 2 kali.
Ah cukup. aku tidak akan menceritakan semuanya nya disini. Aku pasti menangis… hahaha. hmmm.

Bapak… anak mu rindu sekali. Sebentar lagi….3 desember.  7 tahun sudah kamu pergi
Tidak kah kamu lihat aku duduk disini? Bantu doakan ya. .. Sampaikan  pada Tuhan semua doa-doa ku dan kakak-kakak ku saat ini.



 Talang duku, 18 november 2013.
Daddy thanks for choose me as your daughter. I’m so bleseed…
 

Selasa, 22 Oktober 2013

Sweet Than Sugar

Dylan Mondegreen -Where you are is where it's a



I had to ask you,
is love what you feel for me
is it as strong as it used to be

though i am not sure
that you have ever felt
what's led to tearing me up inside

cause there's something that you miss
i can sense it in your kiss
i hope it will be back

cause what makes me smile
what makes me dream and laugh
it's you
hope you'll decide to stay by my side
cause you're my favourite work of art
how can i concentrate
on the things i'm supposed to do
do they matter
anymore

cause there's something that i miss
in the absence of your kiss
i hope it will be back







Talang duku,   23 October 2013
.
Lunch break.
And I play this song many times. someone make me loved this song. also makes butterflies flying in my tummy. Considering  many memories and sacrifice him for me. Sweet than sugar.

I Want keep childness in me ever after

Dalam diri saya yang sedang dalam proses pendewasaan ini, ada secercah harapan untuk tetap mempertahankan bagian kanak-kanak nya. Selalu muda.
Karena jika boleh memilih sendiri suratan alur hidup, saya sungguh tidak ingin menjadi dewasa dan tua.
Menjadi Orang dewasa itu sangat rumit.  Sering terkungkung dalam pemikiran pemikiran umum yang terkadang mengikat gerak  mereka. Belum lagi masalah percintaan yang mendalam. Belum lagi tanggung jawab untuk menafkahi diri sendiri dengan bekerja.

from weheartit

from weheartit
Orang dewasa sering memusingkan masalah masalah kecil, juga  senang berkompetisi. Jika terluka mereka akan sukar melupakan dan memaafkan. Tidak seperti anak-anak, ketika mereka jatuh dengan lutut penuh luka, mereka akan menangis sebentar. Lalu melupkan rasa sakit sambil bersenang-senang dan tidak akan pernah takut untuk mencoba lagi dan lagi. Luka di lutut juga akan lebih mudah disembuhkan dibanding dengan luka di hati.

Ketika saya kanak-kanak, saya sering meminjam taplak meja atau kain ibu saya untuk di ikat di leher lalu menjadi jubah layak nya Superman, atau berkostum aneh meniru gaya berpakaian para pendekar dari film laga di televisi tidak lupa jurus-jurus dalam persilatan nya. Kadang saya juga membangun sebuah istana  rahasia dibawah kasur pasien berobat diruang praktek kerja ayah saya. Mendekor nya sedemikian rumah dengan berbagai kain seperti sepray, gorden, taplak meja, hingga kain alas untuk menyetrika milik Bibik Asiyah , Orang yang bekerja di keluarga saya untuk mencuci dan menggosok selama hampir 27 tahun. Saya membawa banyak bekal dan  tidak lupa segala perkakas kerajaan yang saya 'curi' dari perkakas rumah tangga milik ibu. Jika sedang ada pasien diperiksa oleh Ayah dan mendengar suara gaduh dibawah ranjang nya, maka Ayah saya hanya berkata.. 'maaf ada anak saya lagi main dibawah... maklum anak kecil...' Dan mereka pun memaklumi. 

Sama aneh nya ketika tamu atau pasien ayah yang datang begitu Ketakutan dengan Seekor patung beruang madu dengan mulut bercat merah darah yang berdiri kokoh diruang tamu. YA...itu adalah boneka favorit sepanjang masa kecil saya.. Ayah tidak pernah memberi tahu nama beruang itu, tapi yang jelas dia adalah beruang yang sudah mati lalu oleh Ayah diawetkandan menjadi property diruang tamu kami. Dia sangat besar. Hampir setinggi orang dewasa .
 
Inilah penampakan asli si pangeran beruang


 Saya suka mencuri curi membawa nya jalan-jalan keluar untuk memamerkan boneka beruang saya yang gagah dengan anak-anak tetangga, tentu saja mereka menjerit ketakutan. Tapi saya selalu berfikir itu sangat keren, bisa memiliki beruang asli dan nyata seperti boneka, lengkap dengan taring dan bulu nya yang bagus . Dan ketika menginjak usia remaja hingga dewasa sampai saat ini, Tidak ada laki laki yang memberi saya hadiah boneka, ha ha ha. Mungkin ini adalah kutukan pangeran Beruang itu


Saya sangat suka membaca dan menghabiskan uang  saku untuk membeli buku-buku aneh dan berjanji akan membuat sebuah perpustakaan mini dirumah saya ketika saya dewasa nanti. Ayah saya sangat membebaskan saya dalam hal apapun namun tetap bertanggung jawab, ketika saya memunculkan ide ide diluar anak-anak kebanyakan dan dianggap tidal lazim , Ia justru  menganggap saya anak yang pandai. Yap Mungkin itu salah satu yang membentuk saya tumbuh sebagai anak  yang sedikit tidak normal.. 


Selain karena saya sangat mencintai masa kanak kanak saya yang sempurna  (menurut saya) , saya juga selalu ingin muda dalam isi kepala dan .....imajinasi.
Yah... anak anak adalah galaksi imajinasi.
Disana mereka bebas bermimpi , berkhayal, bermain, tampa terikat dengan aturan aturan umum yang ada. Sangat bebas.....Dan imajinasi adalah bagian dari saya. bahkan kadang saya lupa pulang ke realitas ketika sedang berpetualang jauh di galaksi antah berantah dalam kepala saya.

Begitulah... saya sangat senang bermimpi. kadang saya berusaha menggapainya, namun ada pula mimpi yang menjadi sebatas 'mimpi siang bolong'. Tapi dengan bermimpi membuat saya merasa lebih hidup.
Mungkin ada yang menganggap saya tidak pernah dewasa, baik dari sifat, sikap, maupun bungkusan luar saya. Memang ada sisi kanak kanak yang sulit saya tekan. sisi  'si anak anak yang egois' membuat saya sering kelimpungan menghadapi nya. Tapi saya belajar menjadi dewasa untuk masa depan saya. Berusaha mengadopsi sikap baik  orang dewasa yang bertanggung jawab, disiplin dan berpengalaman.
Tapi ... bisakah saya tetap menjadi muda selama-lama nya Tuhan? meski bentuk fisik tidak akan mungkin bisa selalu muda tapi paling tidak isi kepala saya tetap selalu berfikir, tetap  selalu belajar dan ingin tahu... dan tetap selalu Berimajinasi. ..



Jumat, 11 Oktober 2013

Ruang masa kecil, Harapan dan Kamu.

2 Bulan penuh kejutan.

Belum sempat menceritakan  tentang aksi epic oleh seorang  laki-laki…sebut saja seseorang yang menjadi laki laki paling dekat dengan ku sepanjang tahun ini,  kini aku kembali terlempar ke daerah pinggir sungai, tanah merah, dermaga dengan naga-naga besi raksasa nya, kotak kotak raksasa juga  ladang rumput apitson.
Yap. Setelah menghabiskan 4 bulan di jambi, lebaran kemarin sesorang dari sebrang pulau datang menjemput dan membawa ku kembali ke jogja. Namun baru saja 1,5 bulan berada disana dan aku sudah berada disini lagi untuk sebuah ; harapan.
Harapan yang lebih baik untuk masa depan, harapan keluarga dan orang-orang terdekat. Ya aku Cuma sedang berusaha menjalani garis yang sepertinya sudah ditorehkan untuk ku oleh Tuhan. Bukan yang paling aku ingin kan, tapi mungkin ini yang paling baik menurut Tuhan. Aku akan mencoba sedikit mengenyampingkan idealisme idealisme  darah muda dan berusaha berfikir lebih untuk masa yang akan datang.
Setelah sempat mencari pekerjaaan di jogja dan mendapatkan nya, hanya 15 menit sebelum penandatanganan kontrak kerja selama 6 bulan kedepan dan tiba-tiba aku diberitahu berkesempatan bekerja di sebuah badan usaha milik Negara yang bergerak dibidang jasa kepelalabuhan.  Dalam waktu 15 menit aku  harus memutuskan dimana  akan bekerja. Akhirnya aku memilih membatalkan tawaran kerja yang bergerak dibidang media cetak yang terlihat sangat menyenangkan itu, sekali lagi….doa keluarga, demi harapan yg lebih baik. Karena aku dan orang terdekat merasa semua seperti sudah dibuatkan alur yang begitu rapi untuk ini. 
2 malam sebelum aku berangkat, aku menangis dan merengek hingga mataku bengkak. Mengeluhkan ketidak sanggupan jika harus berpisah jauh lagi. 4 bulan sebelum nya  dalam hubungan dengan jarak lebih dari 1000 km itu membuat ku benar benar sedih. Ketika dengan heroik dan manis dia datang menemui ku menyebrang pulau jawa ke Sumatra, aku merasa ini adalah happy ending dari rantaian cerita kami. butuh waktu yang lama hanya untuk saling meyakin kan bahwa kami adalah 'the right person'.
Mulai dari ketika diam-diam dia menyukai, dengan jangka waktu lama setelahnya ia memberanikan diri mendekat, belum lagi kondisiku yang masih sulit menerima orang baru, hingga dengan tidak punya perasaan aku meninggalkan nya pulang ke tempat lahirku di Sumatra setelah kita bisa dekat dan intens selama 1 bulan terakhir.
Namun…setelah dengan susah payah dia menjemputku…dan kini aku kembali pergi meninggalkan dia. Lebih dari 1000 km. Dan aku membayangkan hari hari slow motion dan penuh rindu seperti 4 bulan kemarin.
Ah.. aku merasa buruk sekali. Makanya aku menangis.
Tapi dia tidak marah sama sekali. Tidak juga sedih. Dia hanya memeluk ku.  Mungkin dia sengaja tidak ingin menunjukan nya padaku. Hanya lingkaran hitam dibawah matanya yang terlihat semakin jelas. Ya…. Kamu memang laki-laki sekali sayang…
 :'(
Saya telah melewati masa adaptasi di kantor baru  selama 2 minggu ini. Awalnya flat. sama seperti pengalaman kantor kantor lain nya. lama kelamaan aku sudah bisa menikmati pekerjaan dan lingkungan kerjaku. Meski pekerjaan "kantoran" yang jauhhhh sekali dari basic pendidikan ku, bahkan bisa aku katakan pekerjaan seperti ini adlah kelemahan ku, bagi orang orang yang benar mengenalku pasti akan tertawa ketika tahu aku bekerja di perusahan negara dengan job desk kantoran seperti ini. Tiap hari bergelut dengan angka, huruf, kode,  sistem, kertas, Arsip, dan berkontibusi menjadi salah satu umat penghabis kertas dimuka bumi ini , juga mesin printer yang jarang berhenti bersuara hingga aku merasa akan segera berubah menjadi robot. Tapi , Alhamdulillaaah aku bisa mengikuti nya. Bisa bernafas lega ketika mendengar pujian baik dari atasan atas pekerjaan . Fiyuuuuh.
Semoga berlangsung semakin baik ke depan. amin....
  
Well... ini Jumat sore. Dan 4 hari kedepan akan libur karena kalender merah dari kantor. sejauh ini aku menyukai rumah baru ini. Kantor yang megah. lingkungan yang menyenangkan. orang-orang yang baik (meski ada pula beberapa mahluk dari galaksi nebula yang menyebalkan) dan juga gaji tercukup selama aku bekerja. Belum banyak, tapi cukup. Serta euforia kecil karena aku bisa kembali kedaerah bermain masa kecilku dulu. Yah... seperti nya para leluhur ku berkonspirasi untuk mengirim ku kembali  kemari. Dalam waktu jangka panjang  kedepan mungkin aku akan mencari lagi ladang rumput apitson yang hampir punah, juga dewa kura-kura yang pernah aku tolong ketika akan dimakan anjing , aku pelihara dirumah sampai akhirnya aku lepaskan kesungai ketika aku masih kecil dulu.
Sementara hari libur besok akan aku habiskan waktu dengan menonton film, hangout bersama teman teman baik disini, berkumpul dengan keluarga, juga sambil berdoa agar Tuhan segera mengirim kamu kesini... Pangeran poker face-ku....  



I MISS YOU.

Jumat, 02 Agustus 2013

TRAVELLER MEMORY : Childhood (Bag 2)

Ketika musim panas.... aku akan menari dibawah terik matahari, tanah merah... dan berburu rumput Apitson...


Tidak banyak yang berubah dari perjalalan ku dari rumah menuju Talang duku. Sebuah daerah luar.Tanah merah berdebu, hutan jati, pohon duren dan rumput khas tanah tropis juga mobil mobil raksasa pembawa peti kemas dan truk ugal-ugalan. Masih sama seperti 15 tahun lalu, masa ketika aku hampri setiap hari melewatinya. Sepulang sekolah aku sering di jemput ayahku, lalu menuju ke sana, tempat salah satu mata pencaharian ibuku ; dua buah rumah makan di pinggir dermaga. 

Dulu... aku selalu bisa menghapal detil perjalanku menuju kesana. Mulai dari lubang di aspal  yang setiap hari akan bertambah lebar, juga muncul lubang  lain nya dibeberapa tempat. Dan... ah ya. pohon durian, aku hapal beberapa titik  pohon durian dipinggir jalan yang berbuah, dan aku pun bisa mendeteksi ketika buah nya telah hilang dari pohon keesokan harinya.

Jika musim hujan, tanah merah disana berubah menjadi semacam lumpur lengket yang akan membuat alas kaki mu menjadi lebih tebal hingga beberapa centimeter. Namun jika musim kemarau, tanah merah itu akan menjadi sangat kering dan pecah-pecah membentuk retakan-retakan seolah tanah yang kita pijak akan tenggelam dalam bumi. Maka jika begitu aku akan menikmati waktu santai siang musim panas ku untuk bermain-main mencari buah manggis dan duku, sesekali pekerja pekerja disekitar dermaga menggoda ku dan mengajak ku bermain. Jika sedang musim nya, aku menunggui durian jatuh di sebuah rumah kayu disamping warung kami, mancing di pinggir dermaga bersama ayahku, atau berlari dan menari dibawah sinar matahari sambil mengumpulkan rumput apitson. Kamu pasti tidak tahu rumput apitson. Itu adalah sejenis rumput liar yang tumbuh ditanah merah, jika kamu cabut hingga ke akar, lalu ciumlah akar nya dan disana akan tercium bau mint yang sangat segar. Bau yang hanya bisa aku identifikasi sebagai bau balsem, dan hingga dewasa aku menyebutnya rumput apitson (yang merupakan salah satu merek balsem terkenal saat itu). Ketika aku menemukan rumput aneh itu, aku merasa sudah mengalami penemuan besar, seperti penjelajah menemukan jejak harta karun. Mungkin rumput ini adalah bahan baku pembuatan balsem dan perment mint yang sangat aku suka? disini terdapat sangat banyak rumput apitson... aku berfikir akan memproduksinya suatu hari nanti menjadi produk produk yang menakjubkan... lalu aku akan kaya raya. Makanya saat itu aku merahasiakan penemuan rumput apitson ini dari siapapun. 

 

Sudah sangat lama. belasan tahun lalu. Ketika pada suatu sore beberapa minggu lalu aku pergi ke Talang duku untuk buka bersama di kantor almarhum ayahku. Masih sama suasana  disana, yang membedakan mungkin hanya pembangunan beberapa rumah, juga dermaga yang kian megah. Aku tidak melihat rumput apitson lagi dikarenakan seluruh area kantor sudah diaspal atau di lantai dengan batu. Namun ada satu kebahagian kecil ketika aku menginjakan kaki kesana, ketika ibu ku datang banyak orang yang menyalami dan memeluknya, menanyakan kabar dan kesehatan, dan mereka masih mengingat baik sosok ayahku. Bahkan mereka menanyakan siapa anak perempuan yang berdiri disamping ibuku, celetukan celetukan ringan
"Itu... mimin? sudah besar.."

Aku hanya tersenyum. Bersyukur masih ada yang bisa mengingat sosok ayahku. Dan aku sebagai anak nya. Disana juga bertemu beberapa teman ayahku yang sudah pensiun juga mantan mantan pegawai warung makan kami dulu, mereka sudah nampak tua. Ah ...waktu berjalan begitu cepat ya...
seperti ketika aku memperhatikan wajah ibuku. Meski masih tampak cantik, sudah banyak kerutan di beberapa bagian wajahnya, juga beberapa helai rambut putih di rambutnya...
Hmm... Semoga selalu sehat ya Ibu sayang. Beri kesempatan anak mu yang keras kepala ini untuk membuat kamu bahagia. 
I love you.



Kamis, 01 Agustus 2013

Star symbol and parallel life

Sebuah simbol bintang di telapak tangan


Kamu percaya ramalan?
Misalnya ramalan garis tangan oleh seorang yang terbilang cukup 'sensitif'

Aku percaya, namun untuk hal hal yang baik. Mengapa? karena tiap perkataan adalah sugesti, dan tiap sugesti yang baik adalah doa. begitu sebaliknya. hingga aku memutuskan untuk mempercayai ramalan ramalan yang baik. 

star | Tumblr
(From weheartit) 
Seperti pada malam ulang tahun ku 5 bulan silam. Disebuah kedai kopi dan kue,  seorang teman yang ku anggap memiliki kelebihan dalam melihat dan membaca garis tangan, kupercayakan melihat telapak tangan ku yang aneh ini, dengan senang hati aku mendengar doa doa dan terawangan nya yang positif, juga saran nya akan kekurangan ku. Hingga ia berkata bahwa ia menemukan sebuah simbol yang aneh ditangan ku. dia berkata bahwa baru kali ini dia melihat simbol itu .. ditangan ku. simbol itu menyerupai simbol bintang. pada dasarnya ketika kita menggambar bintang, kita hanya memerlukan satu tarikan  garis tampa putus, lalu membentuk sebuah gambar bintang... dimana gambar atau simbol tersebut satu garis, namun terkesan sangat rumit.
Dia menangkap bahwa aku memiliki sebuawah cerita... ya bisa disebut sebuah cerita percintaan yang sangat rumit. Dimulai dari kondisi ku yang saat itu seperti masih sulit untuk menerima seorang yang baru, juga waktu untuk memperbaiki mood dan semacam nya. Setelah itu dia berkata lagi... bahwa ada seseorang disana yang cocok untuk ku, seseorang itu sebenarnya berada dekat dengan ku. satu garis dalam langkahku.. dan simbol bintang itu sendiri diartikan sebagai kerumitan, pertemuan yang selalu tertunda,hanya berjalan dan berputar disitu situ saja. Belum ada ada waktu bagi aku dan orang itu pada sebuah moment yang menyadarkan kami bahwa kami adalah orang yang cocok, yang mencari dan berusaha menemukan satu sama lain. Teman ku menambahkan, istilah drama nya adalah... kita sering bertemu, sering berpapasan, dan bahkan mungkin sudah saling mengenal, namun selalu berselisih waktu disatu tempat. Ketika aku datang laki laki itu pergi dan ketika aku pergi dia datang.Haha ...sangat berlebihan dan berbelit seperti sebuah drama sinetron.
yah aku hanya tertawa mendengar ramalan menggemaskan seperti itu. tapi kembali lagi... hal hal baik akan aku percaya dan amini ... sembari menunggu si laki-laki tersebut berjalan lebih cepat beberapa langkah dariku agar kami segera bertemu di satu titik dalam garis bintang yang terang :) 

***
Kehidupan paralel

Dan bagaimana dengan kehidupan paralel? kehidupan diluar kehidupan kita yang berjalan tampa kita ketahui, tampa kita sadari karena keterbatasan pengetahuan entah itu dr teknologi dan semacam nya. Contoh kecil dari kehidupan paralel adalah kamu tidak akan pernah tau bagaimana sebenar benar nya kehidupan tetangga judes anti sosial dibelakang pagar rumahmu sejak kamu kecil. 
Hidup manusia akan terus berjalan, dan berjalan, tampa semuanya bisa kita tahu.

Seperti ketika aku duduk kelas 3 SMP , terdampar disebuah kota yang jauh dari tanah kelahiranku, namun merupakan tanah asal ayah ku. Hanya satu tahun aku mengecap bersekolah disana. Bertemu banyak teman yang pintar, juga yang sangat nakal dan mengerikan. Seperti anak anak perempuan besar , galak, dan suka bertarung antar sekolah ataupun anak laki laki yang genit, dan gemar membaca komik porno. Aku masih menjadi anak perempuan yang biasa biasa saja, tidak menonjol dan tidak ingin menonjolkan diri. Dan pada suatu hari diakhir tahun pelajaran, sekolah ku mengadakan pentas seni sekolah dalam rangka perayaan ulang tahun sekolah. Mengundang beberapa band indie terkenal dan beberapa tamu dari sekolah lain, juga anak SMA lain. panggung tepat berada di depan kelasku, dari pagi hingga sore aku berkeliaran dikelas, melongok kearah penggung dari jendela kelasku, ataupun sesekali berjubel didepan panggung bersama teman teman ku yang lain. bukan,... bukan untuk meneriaki anak-anak band keren diatas panggung,karena saat umur14 tahun aku sepertinya belum punya naluri  ketertarikan kepada lawan jenis kecuali artis pujaanku : Once mekel.  Aku ke panggung hanya untuk mengambil beberapa gambar dari  tustel usang ku,  atau menolong beberapa teman untuk mengambil foto mereka dengan gebetan masing-masing. lucu sekali. pose malu malu, muka merah, dan teriakan menggoda seisi sekolah.
 
Lustrum sekolah pada 10 tahun silam

dan... saat saat itulah, aku tidak menyadari sesorang yang sedang tampil diatas panggung, salah satu anggota band tamu anak anak SMA yang mengisi acara disekolaku,  aku sama sekali kurang memperhatikan dan tidak peduli. Tampa aku pernah tau jika 10 tahun kemudian  anak laki laki diatas panggung itu akan menjadi seorang pria yang lebih aku kenal .Bahkan mungkin akan menjadi penting.


****
Simbol untuk membaca sebuah kehidupan paralel yang tidak diketahui.


Apa yang kamu rasakan ketika seseorang mengatakan bahwa sudah cukup lama ia ingin mengenalmu? bahwa cukup lama ia mengikuti aktivitas mu, bahwa cukup lama ia mencari cari tahu tentangmu,  bahwa cukup lama ia .. menyukaimu? Kamu tentu tidak akan percaya begitu saja ketika ia mengatakan bahwa kamu aneh dan menarik, bahkan ketika ia belum menemukan mu. Juga cerita tentang usaha yang dilakukan untuk bertemu dan mengenalmu dan itu membutuhkan waktu lebih dari satu tahun mengumpulkan keberanian sejak pertama melihatmu pertama kali di... dunia paralel... (mungkin?). 
Dan aku sangat senang jika menemukan seorang pria yang memperlakukan aku seperti itu, Mengapa? karena aku tahu rasanya. Itu sangat manis dan menggemaskan. Juga sangat tulus.


I live to let you shine.. | via Tumblr
(from weheartit)
Aku membuka diary lama dan koleksi foto foto usang miliku semasa sekolah. Aku menemukan sebuah foto di tanah lot, Bali. Foto ketika study tour bersama teman teman SMP ketika kelas 3, Diambil pada tahun 2003/2004 kira-kira 10 tahun yang lalu. Dari sebuah sosok teman sekelas yang sebenarnya tidak terlalu akrab dengan ku, aku menarik sebuah garis, hingga menemukan tanda tanda... saling menghubungkan nya...dan seketika semua sisa sisa memori yang bahkan tidak ingin aku ingat lagi , mereka bernegoisasi dan berkerja sama, dari kumpulan  sepenggal cerita pendek... menjadi sebuah cerita yang panjang dan .. HAMPIR menjadi satu cerita utuh.






Jambi, 2 Agustus 2013

Ini hanya sebuah cerita kecil. Juga sebuah rindu yang sederhana. H-7 sebelum pertemuan yang sangat dinantikan juga sangat menguras kesabaran sejak 4 bulan terakhir. Aku akan berdoa, semoga rindu ini akan segera terobati... lalu aku akan selalu jatuh cinta berulang kali dan selalu dengan orang yang sama. Pria yang berada dalam satu garis bintang  dengan ku. Bintang yang terang.