Rabu, 20 November 2013

Dear you... SweetHeart (Part I)

Talang duku, 20 november 2013


 Rainy season in February.

Jika ada yang bertanya,... "Sudah berapa lama kalian pacaran?"
Aku tidak bisa menjawab nya. Karena sungguh tidak pernah mengitung tepat hari bagi kita. Tidak bisa seperti pasangan pasangan lain yang bisa menghitung tiap tanggal bulan demi bulan kebersamaan.
Iri? hmmm sedikit.

Bagaimana jika aku yang menetapkan tanggal itu?
Baiklah. Apapun itu pasti kamu tidak akan protes.
Mungkin akhir 2011. Ketika kamu mengatakan saat pertama kali kamu membaca namaku dan sudah menerka arti dari namaku, kamu bilang, nama ku saja saja sudah sangat aneh. Mungkin orangnya juga. Kamu melihat bias wajahku, mengamati cara berpakaian ku dan mulai tertarik padaku.
Jangan salahkan aku jika aku fotogenic. Aku juga bingung itu adalah anugrah atau malah kutukan. Wajar jika aku mencurigaimu hanya tertarik dengan wajah fotogenic ku di laman maya itu.
Kamu pernah cerita, kamu sering memamerkan slide demi slide wajahku di depan teman baikmu. Padahal sama sekali kamu belum mengenalku. Awal 2012 dengan basa basi yang menunjukan kekakuan mu dalam strategi mendekati wanita, kamu berusaha berkomunikasi dengan ku.

Penilaian awal ? sangat amatir, sangat pemalu, dan sangat sok cool.
Perkenalan yang terpending berbulan-bulan karena aku sempat hijrah ke ibukota selama 7 bulan untuk bekerja. 1 tahun lebih tampa komunikasi yang bisa terbilang sangat tidak intens, asing.
Hanya berteman di sebuah Akun blackbery mesenger, Facebook, dan twitter dengan status "hanya teman dunia maya"
Tapi katamu selalu memperthatikan tiap aku mengganti foto-fotoku.
ya... aku semakin tidak akan mau menemuimu jika kamu hanya melihat foto fotoku saja. 

Hingga pada akhir 2012 barulah kamu mulai berani menyapaku dengan alsan kepentingan ingin menggunakan jasa rental mobil dirumahku yang juga merupakan salah satu mata pencaharian kakak ku. Dan kamu menggaris bawahi bahwa harus aku yang menemuimu.
tidak ada kecurigaan apa-apa saat itu. Kamu hanya salah satu klien dan aku bertanggung jawab untuk menemuimu. Yaps... lebih dari setahun barulah kita bertemu secara langsung pada saaat peminjaman dua unit mobil itu.

Dengan daster biru, jaket kebesaran dan wajah yang tertunduk. Kamu bilang aku sangat pemalu. Pasti aku berbeda dengan seperti apa yang kamu lihat difoto. iyakan?
Tapi kamu bilang tidak. Masih sama anaehnya, dan masih sama manisnya. Hanya aslinya lebih pemalu. hahaha.
Aku benar benar malu ketika kamu mengatakan itu. Malam itu dengan tiga teman mu kamu menyusun strategi kerumahku, dengan flanel hijau dan jins. dengan wajah yang sok cool. Pelit senyum sekali.


Aku ingat ketika Pertama kali kamu mengajak ku keluar, pada musim hujan di bulan awal Februari.  Dengan trik mengirimi foto lampu lampu aneh dan mnengatakan bahwa kamu menemukan nya di sebuah pasar barang antik malam minggu sehabis hujan itu.
Masih dengan gerimis, kamu menjemputku. lalu pergi ke toko mainan action figure, melihat lihat sebentar... lalu ke bioskop untuk menonton satu judul film yang sebenarnya tidak bagus-bagus amat.
Sepanjang waktu menunguu film diputar kita mengobrol di cafe disamping  bioskop itu. kamu bilang... setiap kamu ingin membuka percakapan dengan ku.. pastilah aku sudah diteror dering telpon, aku permisi sebentar mengangkat telpon...begitu akan mulai mengobrol lagi, maka handphone handphone ku akan berdering lagi. begitu seterusnya. Ya itu lah pekerjaan ku kemarin...monster kecil pengangkat telpon, jika tidak mengangkat... kakak ku akan segera merubahku menjadi kadal mutan raksasa.

Malam gerimis itu kita mengobrol tak tentu arah sembari memesan coklat panas yang enak. Sebenarnya aku tidak terlalu suka coklat panas, aku suka kopi. tapi kamu merekomendasikan untuk ku. kita mencoba mengasikan diri dan menyambung nyambungkan obrolan meski terasa masih awkward.
Kamu mengeluhkan potongan rambutmu yang kependekan dan berjanji tidak akan mau memotonng rambut mu ke tempat pangkas itu lagi.
Sepanjang film kita hanya menonton dan sesekali berdiskusi.Kamu sangat sopan dan sama sekali tidak berusaha modus atau melakukan trik trik busuk untuk lebih dekat dengan ku seperti laki laki yang pernah aku temui. Perkenalan yang singkat dan sudah berusaha menyentuh tangan ku. Aku bersumpah akan menendang mu jika kamu melakukan itu hihihi, tapi untunglah kamu tidak seperti itu. Kamu menjaga perilakumu, maka aku menghormatimu sebagai laki laki. 

Film selesai, kamu mengantarku pulang. dan aku harap kamu tidak berkata semacam "Thanks for today"...kamu cuma mengatakan dengan cara yg sedikit berbeda "Jangan kapok ya..."
Aku tidak kapok, karena kamu mentraktir ku nonton, dan jelas aku berhutang padamu.

Sebenarnya aku kurang begitu suka musim hujan, tapi pertemuan kita dimulai pada malam musim hujan itu.
malam dingin sehabis hujan dan gerimis manis. kamu dengan sweater abu-abumu. saat itu mungkin aku belum merasakan apa-apa. Hanya menerima ajakan keluar karna sangat bosan dirumah. Tapi aku merasa kamu berbeda. Meski berusaha tidak terlihat tapi kamu seperti sudah mempelajari detail tentang diriku.
Satu hal yang bisa aku lihat , kamu itu laki laki sekali. Bukan karena berbadan kekar atau mengumbar pujian pujian berlebihan dan kata-kata cinta bak pujangga salah zaman. Kamu bisa menjaga prilaku mu dan kamu berusaha mempelajari tentang detail. Jadi...bisakan aku mencurigai jika kamu sudah mempelajariku sejak 1 tahun terakhir :)
Seperti ketika kamu bilang kamu hanya tau zodiak pisces, barulah setelah itu kamu tau tentang zodiakmu sendiri.Juga seperti ketika kamu tau jika aku sangat jatuh cinta pada lampu lampu tidur yang aneh, Bekas luka disudut bibir yang kamu sadari dan itu sudah sangat samar, tidak akan ada yang tau jika aku tidak mengatakan nya, juga dengan pipiku yang akan naik membentuk sebuah sudut oval didagu ku ketika aku tertawa. 
Kamu menyukai cara berpakaian ku yang menurutmu lucu, padahal hampir semua orang mengatakan itu sangat aneh. 

Yah begitulah.
Ada yang bilang, bahwa jatuh cinta adalah tentang detail.
dan tampa sadar kamu telah merasakan nya.




Aku menulis ini Disela-sela waktu luang kantor. Pagi dingin sehabis hujan semalam. hampir 2 minggu setiap malam kota ini diguyur hujan. Waktu yang baik untuk menumpuk rindu...kurasa.
Mungkin aku akan rajin mengirimi surat surat melancolia semacam ini. Hanya ini yang bisa aku lakukan agar tetap merasa dekat dengan mu disana. Aku mungkin kurang terlalu pandai mengungkapkan semua ini secara langsung. Kamu sudah sangat tau.. kekasihmu ini adalah monster kecil galak dan pemarah sekaligus nenek lampir tua kerdil yang sangat sentimentil. Dengan surat ini mungkin kamu akan memikirkan untuk membalas suratku. Yayaya... aku tau kamu tidak pandai menyusun kata-kata tapi kamu bisa menunjukan. Sedangkan aku sulit menunjukan dan hanya bisa bisa bersikap manis ditulisan seperti ini.
Terlepas dari semua itu... akhirnya kamu sudah berhasil membuat ku menyayangi mu.

Dekat tidak berati bersebelahan, tapi yang penting jiwa dan raga satu tujuan serta mengucap doa yang sama. Semoga Tuhan selalu melindungi mu disana sayang...

Aku rindu kamu.
 
 




 














Selasa, 19 November 2013

8 YEARS LATER

What a wonderful night.

Beberapa minggu lalu aku bertemu dengan sahabat terbaik semasa SMA. Time flies dan 8 Tahun sudah sejak pertemuan terakhir kami pada 2005 silam ketika kami masih kelas 2 SMA Sedikit ceritanya pada post ini . Terimakasih kepada angin apa saja yang membawa mahluk barat yang lebih pendek dariku ini  bisa sampai ke jambi, bersyukurlah kami masi diberi kesempatan  bertemu lagi setelah bertahun tahun.

Sepulang kerja aku mandi dan langsung menjeputnya yang berada di  tempat saudaranya dimana rumah saudaranya juga dekat dengan perkampungan saudaraku. Perkampungan? Well... aku tidak tau bagaimana jelas asal usulnya mereka bisa disebut saudaraku. Jadi ibuku memiliki sepupu yang aku sebut bude. si bude menikah dan beranak pinak hingga kecicit di sana dan anak-anaknya membangun rumah disekitarnya. Begitulahhhh. aku pun tidak pernah hapal secara pasti siapa dan bagimana silsilahnya, belum lagi wajah saudara jauhku ini sangat mirip satu sama lain.

Kembali ke riri...
Pertemuan dimuali ketika aku mendaratkan motor di depan pagar rumah saudaranya
ada seorang ibu yang keluar menyambutku menanyakan siapa yang ku cari, sontak si ibu nyeletuk... "Riri nya lagi di kamar mandi...."
oh shit, 8 TAHUN BERLALU DAN DIA MASIH HOBBY NONGKRONG DI KAMAR MANDIII???
Oke.
Si riri keluar dan kami pun berpelukan. Riri menangis sambil tertawa. Menangis lalu tertawa lagi. hehehhe. Aku berusaha sedikit lebih cool soal urusan menahan haru.  Cukup saja 8 tahun lalu aku menangisinya ketika saat les dia patah hati, namun justru aku yang menangis. 

Berasa mimpi ? iya.

Dengan sepeda motor aku memboncengnya Kami pun memutuskan berkencan dan pergi ke sebuah coffe shop favorit ku dikota ini. Yes, aku sudah bisa mengendarai motor, berbeda ketika 8 tahun lalu aku hanya menjadi penumpang dan dia memboncengku kemana-mana. hahaha.
Awal masuk cafe itu riri menarik narik lengan ku dan merengek minta duduk di dekat bunga-bunga beserta pot nya yang BESAR. Mungkin orang-orang akan berfikir jika kami adalah sepasang kekasih lesbi, maka akulah peran laki-lakinya. Dengan antusias dia berkata "Aku masih sama kaya dulu, masih suka bunga bunga... dan kamu masih tomboy seperti biasanya..."
....dan aku langsung menginventaris jilbab pink dan baju bermotif floral yang dikenakannya.

Kita berbincang bincang tak tentu arah. meluapkan segala uneg-uneg dan membagi cerita cerita yang terlewatkan selama 8 tahun ini. Persis seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan.

Pulang nya aku bujuk ia agar tidur dirumahku, setelah sempat meminta imbalan agar mencari warung makan yang menjual kerang rebus dan mengancam harus mendapatkan kerang rebus malam ini juga. Hahaha.

Obrolan berlanjut hingga dini hari. Seperti anak kecil yang menemukan mainan langka dengan girang ia memainkan dan berfoto-foto dengan lampu kelap kelip dikamarku, katanya "Bukti kalo habis ketemu arta..."
Kamu tidak akan menyangka itu adalah kelakuan gadis rumahan alim penyuka warna pink, bunga dan  hobby nongkrong di toilet ini.

Rasanya waktu 8 tahun itu tidak pernah ada. Kami bertemu lagi . Rasanya seperti kita hanya berpisah sebentar, menghabiskan waktu libur sekolah lalu bertemu lagi untuk berbagi cerita seru selama berlibur,  itu karena rasa yang masih sama, seseorang yang sama, dan detail yang sama. 

Mungkin harus melakukan penelitian jika di Padang belum ditemukan sejenis lampu kelap kelip semacam ini

Yah begitulah kira-kira. Waktu beberapa jam terasa sangat kurang. Pagi aku sudah harus mengantarnya kembali ke orang tuanya dan dia pun pulang kembali ke padang. entah kapan bisa bertemu lagi.
Tapi setidaknya pertemuan berjam-jam itu sudah cukup mampu mengobati rasa rindu bertahun-tahun ini.
Dia berkata bahwa tidak ada yang berubah dari ku. masih dengan tubuh kecil, rambut lurus, tangan yang menyeramkan, cara jalan seperti anak laki laki., dandanan yang aneh, hanya ada sedikit pendatang baru yaitu deretan besi yang memagar gigi gigi aneh ku. ...dia menambahkan malah semakin lama aku semakin terlihat kanak-kanak.
Ya mungkin saja aku mempunyai bakat seperti Benjamin button. Dia bilang juga ingin melihat rambut ku yang panjang, sayang sekali beberapa hari sebelum nya aku baru saja memotong sedikit rambutku. Ya begitulah masih sama seperti yang dulu. Matanya masih indah, wajahnya masih cantik dan lembut juga  jalan fikiran nya yang kadang sama anehnya denganku.
Dia bercerita sejak kami berpisah dia menjadi berbeda dari yang dulu. Menjadi gadis yang rendah diri dan seperti terdampar di dunia yang asing dan  sulit memahimnya. Sementara aku? justru kebalikan nya. Aku tumbuh semakin percaya diri, semakin menjadi diri sendiri, dan semakin menjadi jadi.

Kami sepakat bahwa aku telah membawa seluruh aura baiknya pergi.
dan pada pertemuan ini dia akan mengambilnya kembali. Hahaha

Ayo... sahabatku cantik,
Mari kita berusaha bersinar.
Perjalanan masih panjang.

Glad to meet you....Riri triana.





Senin, 18 November 2013

Rewind part by part of journey life

Pemandangan di seberang jendela ku saat ini. Terminal peti kemas dan kegiatan nya. Mirip seperti naga-naga besi yang mondar mandir memindahkan kotak kotak raksasa. 

Sangat megah.Sulit aku percaya aku bisa sampai disini. Menjadi bagian nya. Bahkan saat ini masih menjadi anak tanggungan perusahaan ini hingga usiaku 25 tahun nanti. Tapi semua ini bukan akhir, justru awal perjuangan sebenarnya. Perjalanan yang masih sangat panjang, meski waktu akan berjalan sangat cepat.
Ketika aku ingin mengeluh…dan akan menyerah, kembali aku rewind part demi part dalam hidup yang sudah aku lalui…. Banyak duka, namun juga Sangat banyak keajaiban yang terjadi.
Terlempar kesana kemari sejak kecil. Menerima kenyataan pahit bahwa kamu sudah bukan lah siapa-siapa , dan kamu jatuh miskin. Harus menyaksikan ayahmu mengayuh sepeda butut peninggalan sahabatnya dengan mengenakan jas kebanggaan nya. Ingat?ketika kamu berjualan lotre ketika kelas 6 SD dan mengorbankan mainan serta buku-buku cerita kesayangan mu sebagai hadiahnya, keuntungan jualan itu  untuk membayar angsuran buku pelajaran. Ingat ketika harus jalan kaki dan naik angkutan umum ugal-ugalan sepanjang masa sekolah. Ingat ketika harus menaiki motor astrea butut yang  Tank bensin nya harus di on dan off kan dahulu sebelum kamu nyalakan mesin dengan kaki mu, motor bekas kakak iparmu yang suda tua. Yang harus minimal di panaskan setiap hari atau dia akan membuat mu susah dengan mogok dipinggir jalan besar  ringroad  utara. Hati kecil jiwa remajamu sebenarnya malu menaiki motor tua itu, tapi bagaimana lagi. Ingat lagi? Ketika kamu harus meminjam komputer teman-teman mu atau komputer dikantor kakak mu untuk mengerjakan tugas kuliah, mengeprint nya di rental komputer sekitar kampus… berlangsung bertahun hingga kamu lulus. Ingat ketika kamu harus menimang-nimang akan makan apa siang ini agar nanti malam kamu bisa makan dengan ayam bakar. Harus mengatur jadwal nongkrong di café dengan teman-teman agar uang mu cukup hingga akhir minggu. Ya..bertahun tahun kuliah dengan uang perminggu yang hanya cukup untuk nongkrong  dan memesan kopi di coffe shop 2 kali.
Ah cukup. aku tidak akan menceritakan semuanya nya disini. Aku pasti menangis… hahaha. hmmm.

Bapak… anak mu rindu sekali. Sebentar lagi….3 desember.  7 tahun sudah kamu pergi
Tidak kah kamu lihat aku duduk disini? Bantu doakan ya. .. Sampaikan  pada Tuhan semua doa-doa ku dan kakak-kakak ku saat ini.



 Talang duku, 18 november 2013.
Daddy thanks for choose me as your daughter. I’m so bleseed…
 

Selasa, 22 Oktober 2013

Sweet Than Sugar

Dylan Mondegreen -Where you are is where it's a



I had to ask you,
is love what you feel for me
is it as strong as it used to be

though i am not sure
that you have ever felt
what's led to tearing me up inside

cause there's something that you miss
i can sense it in your kiss
i hope it will be back

cause what makes me smile
what makes me dream and laugh
it's you
hope you'll decide to stay by my side
cause you're my favourite work of art
how can i concentrate
on the things i'm supposed to do
do they matter
anymore

cause there's something that i miss
in the absence of your kiss
i hope it will be back







Talang duku,   23 October 2013
.
Lunch break.
And I play this song many times. someone make me loved this song. also makes butterflies flying in my tummy. Considering  many memories and sacrifice him for me. Sweet than sugar.

I Want keep childness in me ever after

Dalam diri saya yang sedang dalam proses pendewasaan ini, ada secercah harapan untuk tetap mempertahankan bagian kanak-kanak nya. Selalu muda.
Karena jika boleh memilih sendiri suratan alur hidup, saya sungguh tidak ingin menjadi dewasa dan tua.
Menjadi Orang dewasa itu sangat rumit.  Sering terkungkung dalam pemikiran pemikiran umum yang terkadang mengikat gerak  mereka. Belum lagi masalah percintaan yang mendalam. Belum lagi tanggung jawab untuk menafkahi diri sendiri dengan bekerja.

from weheartit

from weheartit
Orang dewasa sering memusingkan masalah masalah kecil, juga  senang berkompetisi. Jika terluka mereka akan sukar melupakan dan memaafkan. Tidak seperti anak-anak, ketika mereka jatuh dengan lutut penuh luka, mereka akan menangis sebentar. Lalu melupkan rasa sakit sambil bersenang-senang dan tidak akan pernah takut untuk mencoba lagi dan lagi. Luka di lutut juga akan lebih mudah disembuhkan dibanding dengan luka di hati.

Ketika saya kanak-kanak, saya sering meminjam taplak meja atau kain ibu saya untuk di ikat di leher lalu menjadi jubah layak nya Superman, atau berkostum aneh meniru gaya berpakaian para pendekar dari film laga di televisi tidak lupa jurus-jurus dalam persilatan nya. Kadang saya juga membangun sebuah istana  rahasia dibawah kasur pasien berobat diruang praktek kerja ayah saya. Mendekor nya sedemikian rumah dengan berbagai kain seperti sepray, gorden, taplak meja, hingga kain alas untuk menyetrika milik Bibik Asiyah , Orang yang bekerja di keluarga saya untuk mencuci dan menggosok selama hampir 27 tahun. Saya membawa banyak bekal dan  tidak lupa segala perkakas kerajaan yang saya 'curi' dari perkakas rumah tangga milik ibu. Jika sedang ada pasien diperiksa oleh Ayah dan mendengar suara gaduh dibawah ranjang nya, maka Ayah saya hanya berkata.. 'maaf ada anak saya lagi main dibawah... maklum anak kecil...' Dan mereka pun memaklumi. 

Sama aneh nya ketika tamu atau pasien ayah yang datang begitu Ketakutan dengan Seekor patung beruang madu dengan mulut bercat merah darah yang berdiri kokoh diruang tamu. YA...itu adalah boneka favorit sepanjang masa kecil saya.. Ayah tidak pernah memberi tahu nama beruang itu, tapi yang jelas dia adalah beruang yang sudah mati lalu oleh Ayah diawetkandan menjadi property diruang tamu kami. Dia sangat besar. Hampir setinggi orang dewasa .
 
Inilah penampakan asli si pangeran beruang


 Saya suka mencuri curi membawa nya jalan-jalan keluar untuk memamerkan boneka beruang saya yang gagah dengan anak-anak tetangga, tentu saja mereka menjerit ketakutan. Tapi saya selalu berfikir itu sangat keren, bisa memiliki beruang asli dan nyata seperti boneka, lengkap dengan taring dan bulu nya yang bagus . Dan ketika menginjak usia remaja hingga dewasa sampai saat ini, Tidak ada laki laki yang memberi saya hadiah boneka, ha ha ha. Mungkin ini adalah kutukan pangeran Beruang itu


Saya sangat suka membaca dan menghabiskan uang  saku untuk membeli buku-buku aneh dan berjanji akan membuat sebuah perpustakaan mini dirumah saya ketika saya dewasa nanti. Ayah saya sangat membebaskan saya dalam hal apapun namun tetap bertanggung jawab, ketika saya memunculkan ide ide diluar anak-anak kebanyakan dan dianggap tidal lazim , Ia justru  menganggap saya anak yang pandai. Yap Mungkin itu salah satu yang membentuk saya tumbuh sebagai anak  yang sedikit tidak normal.. 


Selain karena saya sangat mencintai masa kanak kanak saya yang sempurna  (menurut saya) , saya juga selalu ingin muda dalam isi kepala dan .....imajinasi.
Yah... anak anak adalah galaksi imajinasi.
Disana mereka bebas bermimpi , berkhayal, bermain, tampa terikat dengan aturan aturan umum yang ada. Sangat bebas.....Dan imajinasi adalah bagian dari saya. bahkan kadang saya lupa pulang ke realitas ketika sedang berpetualang jauh di galaksi antah berantah dalam kepala saya.

Begitulah... saya sangat senang bermimpi. kadang saya berusaha menggapainya, namun ada pula mimpi yang menjadi sebatas 'mimpi siang bolong'. Tapi dengan bermimpi membuat saya merasa lebih hidup.
Mungkin ada yang menganggap saya tidak pernah dewasa, baik dari sifat, sikap, maupun bungkusan luar saya. Memang ada sisi kanak kanak yang sulit saya tekan. sisi  'si anak anak yang egois' membuat saya sering kelimpungan menghadapi nya. Tapi saya belajar menjadi dewasa untuk masa depan saya. Berusaha mengadopsi sikap baik  orang dewasa yang bertanggung jawab, disiplin dan berpengalaman.
Tapi ... bisakah saya tetap menjadi muda selama-lama nya Tuhan? meski bentuk fisik tidak akan mungkin bisa selalu muda tapi paling tidak isi kepala saya tetap selalu berfikir, tetap  selalu belajar dan ingin tahu... dan tetap selalu Berimajinasi. ..



Jumat, 11 Oktober 2013

Ruang masa kecil, Harapan dan Kamu.

2 Bulan penuh kejutan.

Belum sempat menceritakan  tentang aksi epic oleh seorang  laki-laki…sebut saja seseorang yang menjadi laki laki paling dekat dengan ku sepanjang tahun ini,  kini aku kembali terlempar ke daerah pinggir sungai, tanah merah, dermaga dengan naga-naga besi raksasa nya, kotak kotak raksasa juga  ladang rumput apitson.
Yap. Setelah menghabiskan 4 bulan di jambi, lebaran kemarin sesorang dari sebrang pulau datang menjemput dan membawa ku kembali ke jogja. Namun baru saja 1,5 bulan berada disana dan aku sudah berada disini lagi untuk sebuah ; harapan.
Harapan yang lebih baik untuk masa depan, harapan keluarga dan orang-orang terdekat. Ya aku Cuma sedang berusaha menjalani garis yang sepertinya sudah ditorehkan untuk ku oleh Tuhan. Bukan yang paling aku ingin kan, tapi mungkin ini yang paling baik menurut Tuhan. Aku akan mencoba sedikit mengenyampingkan idealisme idealisme  darah muda dan berusaha berfikir lebih untuk masa yang akan datang.
Setelah sempat mencari pekerjaaan di jogja dan mendapatkan nya, hanya 15 menit sebelum penandatanganan kontrak kerja selama 6 bulan kedepan dan tiba-tiba aku diberitahu berkesempatan bekerja di sebuah badan usaha milik Negara yang bergerak dibidang jasa kepelalabuhan.  Dalam waktu 15 menit aku  harus memutuskan dimana  akan bekerja. Akhirnya aku memilih membatalkan tawaran kerja yang bergerak dibidang media cetak yang terlihat sangat menyenangkan itu, sekali lagi….doa keluarga, demi harapan yg lebih baik. Karena aku dan orang terdekat merasa semua seperti sudah dibuatkan alur yang begitu rapi untuk ini. 
2 malam sebelum aku berangkat, aku menangis dan merengek hingga mataku bengkak. Mengeluhkan ketidak sanggupan jika harus berpisah jauh lagi. 4 bulan sebelum nya  dalam hubungan dengan jarak lebih dari 1000 km itu membuat ku benar benar sedih. Ketika dengan heroik dan manis dia datang menemui ku menyebrang pulau jawa ke Sumatra, aku merasa ini adalah happy ending dari rantaian cerita kami. butuh waktu yang lama hanya untuk saling meyakin kan bahwa kami adalah 'the right person'.
Mulai dari ketika diam-diam dia menyukai, dengan jangka waktu lama setelahnya ia memberanikan diri mendekat, belum lagi kondisiku yang masih sulit menerima orang baru, hingga dengan tidak punya perasaan aku meninggalkan nya pulang ke tempat lahirku di Sumatra setelah kita bisa dekat dan intens selama 1 bulan terakhir.
Namun…setelah dengan susah payah dia menjemputku…dan kini aku kembali pergi meninggalkan dia. Lebih dari 1000 km. Dan aku membayangkan hari hari slow motion dan penuh rindu seperti 4 bulan kemarin.
Ah.. aku merasa buruk sekali. Makanya aku menangis.
Tapi dia tidak marah sama sekali. Tidak juga sedih. Dia hanya memeluk ku.  Mungkin dia sengaja tidak ingin menunjukan nya padaku. Hanya lingkaran hitam dibawah matanya yang terlihat semakin jelas. Ya…. Kamu memang laki-laki sekali sayang…
 :'(
Saya telah melewati masa adaptasi di kantor baru  selama 2 minggu ini. Awalnya flat. sama seperti pengalaman kantor kantor lain nya. lama kelamaan aku sudah bisa menikmati pekerjaan dan lingkungan kerjaku. Meski pekerjaan "kantoran" yang jauhhhh sekali dari basic pendidikan ku, bahkan bisa aku katakan pekerjaan seperti ini adlah kelemahan ku, bagi orang orang yang benar mengenalku pasti akan tertawa ketika tahu aku bekerja di perusahan negara dengan job desk kantoran seperti ini. Tiap hari bergelut dengan angka, huruf, kode,  sistem, kertas, Arsip, dan berkontibusi menjadi salah satu umat penghabis kertas dimuka bumi ini , juga mesin printer yang jarang berhenti bersuara hingga aku merasa akan segera berubah menjadi robot. Tapi , Alhamdulillaaah aku bisa mengikuti nya. Bisa bernafas lega ketika mendengar pujian baik dari atasan atas pekerjaan . Fiyuuuuh.
Semoga berlangsung semakin baik ke depan. amin....
  
Well... ini Jumat sore. Dan 4 hari kedepan akan libur karena kalender merah dari kantor. sejauh ini aku menyukai rumah baru ini. Kantor yang megah. lingkungan yang menyenangkan. orang-orang yang baik (meski ada pula beberapa mahluk dari galaksi nebula yang menyebalkan) dan juga gaji tercukup selama aku bekerja. Belum banyak, tapi cukup. Serta euforia kecil karena aku bisa kembali kedaerah bermain masa kecilku dulu. Yah... seperti nya para leluhur ku berkonspirasi untuk mengirim ku kembali  kemari. Dalam waktu jangka panjang  kedepan mungkin aku akan mencari lagi ladang rumput apitson yang hampir punah, juga dewa kura-kura yang pernah aku tolong ketika akan dimakan anjing , aku pelihara dirumah sampai akhirnya aku lepaskan kesungai ketika aku masih kecil dulu.
Sementara hari libur besok akan aku habiskan waktu dengan menonton film, hangout bersama teman teman baik disini, berkumpul dengan keluarga, juga sambil berdoa agar Tuhan segera mengirim kamu kesini... Pangeran poker face-ku....  



I MISS YOU.